Malaikat Tanpa Sayap
Dia yang tegar
Bahkan setegar batu karang
Dia yang berhati putih
Bahkan seputih salju
Dia yang lembut
Bahkan selembut tetesan embun pagi
Dia bagaikan kapas
Halus,
putih, halus, bersih
Kadang kudapati ia
menangis
Menapaki jalan yang
gelap sendirian
Terseok-seok dalam
langkah panjang menuju sebuah pemberhentian harapan yang ia cari
Selalu dapat tersenyum
walau hatinya menangis
Selalu memberikan
kekuatan luar biasa dalam setiap ucapannya
Dia ..
Iyahh dia ..
Dia bagaikan lentera, penerang hati, penyejuk jiwa
Seteduh rembulan tatapannya
Semanis gula senyumannya
Dia yang paling mengerti, hanya dia
Semua ada padanya
Dia juga yang rela
berkorban
Mempertaruhkan nyawanya
demi orang-orang yang ia sayang
Tidakkah engkau sadari
semua itu?
Tidakkah engkau tahu
siapa dia?
Dia..
Dia yang kupanggil
malaikat tanpa sayap
Dia manusia sempurna
dalam hidupku
Dia yang kupanggil
dengan sebutan “IBU”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar