Senin, 27 Oktober 2014

Malaikat tanpa sayap

Malaikat Tanpa Sayap

Dia yang tegar
Bahkan setegar batu karang
Dia yang berhati putih
Bahkan seputih salju
Dia yang lembut
Bahkan selembut tetesan embun pagi
Dia bagaikan kapas
Halus, putih, halus, bersih
Kadang kudapati ia menangis
Menapaki jalan yang gelap sendirian
Terseok-seok dalam langkah panjang menuju sebuah pemberhentian harapan yang ia cari
Selalu dapat tersenyum walau hatinya menangis
Selalu memberikan kekuatan luar biasa dalam setiap ucapannya
Dia ..
Iyahh dia ..
Dia bagaikan lentera, penerang hati, penyejuk jiwa
Seteduh rembulan tatapannya
Semanis gula senyumannya
Dia yang paling mengerti, hanya dia
Semua ada padanya
Dia juga yang rela berkorban
Mempertaruhkan nyawanya demi orang-orang yang ia sayang
Tidakkah engkau sadari semua itu?
Tidakkah engkau tahu siapa dia?
Dia..
Dia yang kupanggil malaikat tanpa sayap
Dia manusia sempurna dalam hidupku

Dia yang kupanggil dengan sebutan “IBU”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar